Close

 

KALIANDA — Plt. Ketua TP PKK Provinsi Lampung Titin Surti Kustinah
didampingi Kadis Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, melakukan kunjungan kerja
ke Loka Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalianda, Kabupaten Lampung
Selatan, Jum’at (4/5). Kunjungan ini merupakan tindaklanjut dari kunjungan
kerja Kepala BNN RI Heru Winarko ke Provinsi Lampung pada 23 April 2018 yang
lalu dalam rangka Diskusi Publik Pemberantasan Narkoba.
Pada kesempatan itu, Titin Surti
Kustinah beserta rombongan meninjau gedung Primary House of Piece, yang
merupakan gedung penanganan program rehabilitasi 4 (empat) bulan. Selain itu,
rombongan juga mengunjungi gedung Primary House of Wise yang merupakan program
rehabilitasi 6 (enam) bulan dan Loka Kalianda Green House.
Titin menjelaskan TP. PKK selaku
mitra Pemerintah merasa perlu melihat dari dekat bagaimana upaya rehabilitasi
korban narkoba, serta kegiatan lainnya dalam upaya mengembalikan harkat dan martabat
para penderita untuk kembali ke kehidupan normal di masyarakat. “Dengan
meninjau langsung, tentu akan menguatkan komitmen guna meningkatkan kualitas
kesejahteraan keluarga dan masyarakat dengan cara memberikan penyuluhan kepada
warga terkait bahayanya Narkoba bagi kehidupan,” jelasnya.
Beberapa waktu yang lalu, TP. PKK
Provinsi Lampung juga pernah mengadakan MoU dengan BNN Provinsi Lampung tentang
peningkatan peran PKK dalam upaya pemberantasan/penyalahgunaan narkoba melalui
keluarga. “Kunjungan ini juga sebagai bekal bagi kami dalam upaya membangun
masyarakat Indonesia khususnya Provinsi Lampung. Di samping itu, Pemerintah
Provinsi Lampung melalui Dinas Kesehatan Provinsi Lampung siap memberikan
bantuan berupa Rapid Test HIV, TBC dan IVA Test bagi warga binaan. Dan Saya
berharap ke depannya sinergi baik ini dapat terus ditingkatkan,” ujar Titin.
Kepada warga binaan, Titin
memberikan semangat untuk terus berjuang dan berkarya serta meninggalkan
Narkoba. “Kalian semua harus tetap semangat dan terus berkarya. Yakinlah bahwa
masih ada tempat ditengah masyarakat ntuk bersosialisasi. Dan tentunya, kalian
harus meninggalkan Narkoba,” harap Titin.
Sementara itu, Kepala loka
rehabilitasi BNN Kalianda Bambang Styawan menjelaskan sepanjang tahun 2017
terdapat 46.573 kasus narkoba diseluruh wilayah Indonesia. “Kami terus berupaya
dalam melakukan pencegahan dan rehabilitasi kepada pengguna narkoba, khususnya
pengguna di Lampung. Penggunaan narkoba sulit untuk dibuat zero, namun
penggunaan narkoba dapat kita tekan dan terus kita kurangi, salah satunya
melalui rehabilitasi,” jelas Bambang.
Ia menjelaskan pihaknya terus
melakukan rehabilitasi kepada para pengguna narkoba agar mampu kembali ke
lingkungan masyarakat sekitar. “Lampung merupakan tempat rehabilitasi terbesar
No 2 di Sumatera, dengan luas sekitar 3 Ha. Sejak 2016-2018, Loka Rehabilitasi
BNN Kalianda telah melakukan rehabilitasi sebanyak 290 residen. Dan setelah
keluar dari sini, akan dikirim ke rumah damping untuk melakukan rehab lanjut,
seperti peningkatan dalam berkarya di tengah masyarakat,” jelasnya.
Bambang menjelaskan pengguna
narkoba di Sumatera terdapat sekitar 849,5 ribu pengguna dan untuk Lampung
sekitar 128 ribu pengguna. “Apabila dilakukan perhitungan, maka estimasi
kerugian pengguna narkoba di Lampung sekitar Rp4,6 triliun,” ujarnya.
Ale, salah satu residen yang
telah berhasil di rehabilitasi berharap agar masyarakat tidak menjauhi mereka
yang telah diberikan rehabilitasi. “Karena kami juga ingin bersosialisasi dan
kembali berada di tengah masyarakat, serta terus berkarya,” ujarnya. (Humas Prov)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close