Close
KALIANDA — Pjs. Gubernur Lampung yang diwakili Plt. Asisten
Ekonomi dan Pembangunan Taufik Hidayat menghadiri Peresmian Masjid An-Nubuwwah
di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah, Dusun Muhajirun, Desa Negara Ratu,
Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Jumat (4/5) malam.
Masjid ini terbesar di Provinsi Lampung dengan luas bangunan 3.526 m2 di atas lahan seluas 8.632
m2. Masjid ini mampu menampung jama’ah sebanyak 6.000 orang dan memiliki
sejumlah fasilitas di kompleks Masjid seperti perpustakaan multimedia online,
aula telekonferensi, studio radio dan televisi Islam. Selain itu, disediakan
poliklinik masyarakat, kantor Baitul Mal Wat Tamwil (BMT), serta Zakat, Infak,
dan Sedekah (ZIS).
“Saat ini, tentunya menjadi
moment yang sangat bersejarah bagi Masyarakat Lampung Selatan khususnya,
mengingat Masjid An-Nubuwwah ini telah selesai dibangun dan kita bisa
menyaksikan bangunannya cukup representatif,” ujar Taufik Hidayat. Taufik
mengatakan proses pembangunan masjid / rumah ibadah ini membutuhkan perjuangan.
“Alhamdulillah berbagai tantangan
dapat teratasi berkat kerja keras dan kerja sama serta semangat yang luar biasa
dari para pengurus masjid maupun panitia pelaksana pembangunannya. Semoga sikap
kerja sama dan semangat yang telah tumbuh tersebut dapat terus dipupuk dan
diimplementasikan bagi kemajuan Pembangunan Daerah Lampung sebagai mitra
Pemerintah di bidang pembangunan keagamaan,” katanya.
Taufik menegaskan peran agama
sangat penting dalam proses pembangunan daerah dan pembinaan kerukunan
hidup.  Dua hal ini saling berkaitan bagi kepentingan pembangunan daerah
yang berkelanjutan. “Pembangunan sektor agama sebagai bagian pembangunan
daerah, merupakan sikap peduli pemerintah bersama masyarakat terhadap
pembangunan aspek spiritual,” ujarnya.
Urgensi pembangunan mental
spiritual ini, lanjut Taufik, dikarenakan bangsa Indonesia dikenal sebagai
bangsa yang masyarakatnya religius, menempatkan nilai-nilai Ketuhanan paling
sentral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Hal tersebut, tertuang dalam
Dasar Negara kita Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang diformulasikan
dalam kalimat Ketuhanan Yang Maha Esa,” katanya.
Untuk itu, letak peran positif
agama pada hal ini yaitu merupakan faktor utama dalam membentuk kepribadian
manusia. Bahkan manusia sebagai mahluk sosial belum menjadi manusia sepenuhnya
tanpa agama.  “Untuk itu dalam rangka menunjang tercapainya tujuan
tersebut, melalui masjid diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk senantiasa
beribadah dan meningkatkan kualitas iman dan taqwanya kepada Allah SWT,”
ujarnya.
Sementara itu, Imam Jamaah
Muslimin ( Hizbullah), Ustadz KH Drs Yakhsyallah Mansur MA mengatakan peresmian
Masjid An-Nubuwwah pada malam ini, merupakan salah satu rangkaian dari beberapa
acara yang telah diselenggarakan sejak Senin (30/4).
Kegiatan tersebut di antaranya
Konferensi Pemuda Internasional untuk Pembebasan Palestina dan Al-Aqsa yang
dilaksanakan di Kantor Gubernur Lampung, Bazar Sya’ban dan Expo Dunia Islam
yang dilaksanakan di Ponpes Al-Fatah. “Insyallah akan pula dilakukan Tabligh
Akbar yang akan di selenggarakan hari ahad (Minggu). Ini sebagai acara tahunan
yang biasanya diselenggarakan di Bogor tetapi kali ini akan dilaksanakan di
Masjid ini. Dan biasanya dihadiri 12 Ribu jama’ah,” ujar Yakhsyallah Mansur
yang juga sebagai Pembina Utama Ponpes Al-Fatah, Bogor.
Ponpes Al-Fatah sendiri berpusat
di Bogor, Jawab Barat, memiliki cabang-cabang Yayasan diantaranya, di Sumsel,
Jambi, Sumut, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur,
Maluku dan Lampung.  Penekanan sirine dimulainya pembangunan Masjid
An-Nubuwwah pada 2014 silam oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik
Indonesia (MPR-RI) Zulkifli Hasan, pada peresmiannya kali ini, Zulkifli yang
kelahiran Lampung itu juga kembali yang melakukan peresmiannya. “Dengan
fasilitas yang seperti ini, infrastruktur, sarana dan prasarana yang lebih
bagus pada sekarang ini, harus dan wajib para santri untuk lebih baik lagi,”
ujar Zulkifli.
Zulkifli mengatakan ketika umat
islam ingin memiliki kejayaan, kuncinya adalah harus bisa memakmurkan Masjid.
“Islam bisa berjaya jika masayarakatnya mampu memakmurkan dan meramaikam
Masjid. Masjid harus jadi pusat pertumbuhan kebangkitan islam. Ketika Eropa masih
gelap, Masjid adalah cahaya yang menerangi tingginya peradaban islam,” katanya.
(Humas Prov)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close