Close

Journalnusantara.co.id — Dinilai berhasil dalam mengelola peternakan sapi, sehingga menjadi salah satu lumbung ternak nasional, menggerakan DPRD Banyuasin melakukan studi banding ke Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Kamis (24/10/2019).

Kunjungan kerja (Kunker) wakil rakyat Banyuasin itu disambut langsung Ketua Komisi II DPRD Lamteng Hanapiah, didampingi Kadek Joko Supriyatin, Lambok Nainggolan, Toni Sastra Jaya, Purwanto, Majar Fitri, Yurita, dan Firdaus Ali, perwakilan Sekretariat DPRD Lamteng, serta Sekretaris Dinas Peternakan dan Perkebunan Pemkab Lamteng, drh. Nur Rokhman.

DPRD Banyuasin, mengaku ingin mempelajari secara detail pengelolaan ternak sapi di Lamteng. Khususnya dengan program Upaya Khusus Sapi Wajib Bunting (Upsus Siwab) dalam pengembangan sapi dengan kawin suntik.

“Di kabupaten kami, banyak potensi yang berkaitan dengan pengembangan ternak sapi. Tapi selama ini, pengelolaannya masih belum maksimal. Karena itu, kami ingin belajar di Lampung Tengah yang sudah menjadi lumbung ternak nasional,” jelas Ketua Komisi II DPRD Banyuasin, Sumatera Selatan, Arisa Lahari, S.H.

Politisi Partai NasDem ini mengungkapkan, di daerahnya kebanyakan peternak memilih sapi bali sebagai komoditas peternakan, dengan asumsi sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan.

“Kalau di Lampung Tengah ini kami dengar banyak perusahaan penggemukan sapi. Bahkan ada juga usaha penggemukan sapi mandiri yang juga sukses. Alasan itulah kenapa kami kemari,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Lampung Tengah Hanapiah mengungkapkan, di Lampung Tengah memang menjadi pemasok daging sapi bagi nasional. Dengan target, Indonesia akan bebas impor sapi.

“Di kita banyak perusahaan feedlot atau penggemukan sapi yang juga menerapkan program kemitraan dengan peternak. Lalu ada juga peternakan sapi bali di Kampung SB 17, Kecamatan Seputih Banyak yang didirikan Pemkab Lamteng bekerjasama dengan Unila. Jadi sudah sangat tepat jika rekan-rekan DPRD Banyuasin datang kesini,” jelas Hanapiah.

Dikatakan Hanapiah, titik fokus lainnya yang menjadi perhatian pemkab setempat adalah pengelolaan dan ketersediaan pakan bagi keberlangsungan peternakan sapi. Hal ini, lanjutnya, menjadi sangat penting dalam bagian menjaga kedaulatan pangan di Lampung Tengah khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

“Jadi kita tidak hanya fokus pada usaha peternakan saja, melainkan juga menjaga ketersediaan pakan ternak dengan memanfaatkan kekayaan sumberdaya alam di wilayah kami. Karenanya, di Lamoung Tengah para petani atau peternak selalu berinovasi untuk urusan pakan. Terbaru, kita sedang ujicoba membuat pakan sapi dari bahan baku batang singkong,” ungkapnya. (ADVERTORIAL)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close