Close

Jito.

Lampung Tengah, JNNews — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) segera menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait aktifitas tempat hiburan Ratu Karaoke (RK) di Bandarjaya Lamteng, beberapa hari ini sempat viral dijagat dunia mana, akibat pemberitaan media siber.

Surat panggilan menghadap yang ditujukan ke pihak Ratu Karaoke.

Kepada wartawan, Kabid Penegakan Peraturan dan Perundang-undangan, Jito mendampingi Kasat Pol PP, Rosidi, melalui Kabid Penegakan Peraturan Perundang-undangan, mengatakan, akan segera memanggil pemilik Ratu Karaoke melalui surat resmi yang sudah ditandatangani, nomor: 300/SP/316/D.a.IV.06/2019. Pemanggilan tersebut, menurut Jito, gua dimintai keterangan dan pemeriksaan dokumen perizinannya.

“Secepatnya kami akan memanggil pemilik Ratu Karaoke, hari Rabu tanggal 20 November 2019 akan kita kirimkan surat resmi, kita akan periksa dokumen perizinannya terkait usaha yang diduga berbau maksiat, apa lagi tempat usaha karaoke tersebut tidak jauh dari kediaman Ketua MUI Lampung Tengah H. R Mutawalli,” kata Jito, Senin (18/11/2019).

Ketika ditanya awak media, sanksi apa yang akan diambil, Jito menuturkan, bila RK dalam operasionalnya ditemukan adanya pelanggaran peraturan daerah, atas nama Pemkab Lamteng, Satpol PP tidak segan-segan mengambil tindakan tegas sampai dengan penyegelan.

“Sanksi tegas akan kita berikan, terhadap tempat usaha tersebut, sampai pada sanksi penyegelan pun akan kita dilakukan, jika benar- benar tidak mengindahkan peringatan dan aturan pemerintah yang telah ditentukan melalui perda. Kita akan panggil dulu, jika mereka hadir, maka akan kita buatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi dan akan mematuhi aturan izin karaoke keluarga yang sebenarnya,” tukasnya.

Kabid Satpol PP itu, meminta kepada semua pihak, seperti dari media, tokoh agama dan masyarakat untuk membantu mengawasi dan memantau usaha tersebut, agar benar-benar bisa menjalankan Perda dan jika tetap melanggar, pihaknya akan melakukan penyegelan tempat usaha tersebut.

“Setelah kita buatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi, namun bila masih juga mengulangi, bisa kita ambil tindakan tegas hingga penyegelan, untuk itu, kami minta semua pihak seperti temen-temen media, tokoh agama dan masyarakat, bersama-sama mengawasi segala aktivitas tempat hiburan Ratu Karaoke,” pungkasnya.

Sebelumnya, RK diberikan karena tidak sesuai dengan perizinan yang dikeluarkan, RK dalam kegiatannya disangkakan menyediakan wanita penghibur sebagai pemandu lagu (PL) dengan menggunakan pakaian sangat minim dan RK juga diduga menjual bebas minuman beralkohol, sehingga menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat sekitar tempat hiburan tersebut dan keluhan masyarakat disampaikan melalui LSM Forum Masyarakat Peduli Lampung Tengah (FMPLT) dan lembaga keagamaan Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Tertulis dalam surat izin usaha perdagangan (SIUP) Kecil dengan Nomor 503/07.02/PK/I/II/D.B.VI.18/2018 tertera di Perunntukan Hiburan Keluarga atas nama pemilik Mellyana Gresella, namun beredar kabar, RK diduga menyalahi aturan, seperti buka hingga pukul enam pagi, menyediakan wanita yang berpakaian teramat sangat seksi dan menyediakan minuman keras yang memiliki kadar alkohol. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close