Close

Kepala sekolah bersama anak didiknya yang mengidap penyakit kulit.

LAMPUNG TENGAH, JNNews — Seorang siswa kelas 6 SDN 1 Bulusari bernama Jaka Damiri Sahputra mengidap penyakit kulit cukup abeh di sekujur tubuhnya, yang telah ia alami sejak balita.

Menurut kepala sekolah, Misdi, S.Pd, anak didiknya yang beralamat di Umbul Becis Kecamatan Bumiratu Nuban, Lampung Tengah, yang berprofesi petani, mengungkapkan,  Jaka anak kedua dari lima bersaudara mengalami kelainan kulit sejak berusia 3 bulan.

Kondisi kulit tubuh Jaka.

“Informasi dari ayahnya, Pak Saleh, sebelumnya, lahir normal dan sejak umur 3 bulan mulai timbul penyakit luka-luka penuh koreng dibadannya. Sudah pernah dibawa ke klinik Way Huwi hasilnya belum positif, ditangani langsung oleh dokter kulit,” ujar Misdi, Jum’at (11/10/2019).

Penyakit ini, lanjut Misdi, akan timbul saat suhu panas badan Jaka meningkat, kulit akan mengalami seperti bersisik dan akan mengelupas mengeluarkan darah.

“Penyakit akan saat suhu tubuh meningkat, kulit seperti seperti kulit kayu, retak. Bahkan bentuknya lebih tebal kalau sedang kumat, mengelupas seperti kulit singkong dan itu langsung keluar darah, dari hitam terus bersih kemudian timbul lagi dan tumbuh lagi,” ungkapnya.

Kesehariannya di sekolah, kata Misdi, terlihat biasa saja seperti anak-anak lainnya dan Jaka juga termasuk siswa kategori memiliki   tingkat kecerdasan standar, daya ingatnya bagus.

“Dalam keseharian, Jaka tumbuh normal seperti anak-anak sebayanya, daya ingatnya cukup bagus, walau kondisinya begitu, alhamdulillah nggak minder. Untuk penyakit kulit, sampai saat ini belum tahu jenis penyakitnya apa, pernah ke Puskesmas untuk diperiksa kan, ambil obatnya masih nggak berubah,” tutur Misdi.

Sebagai kepala sekolah, ia berharap, bantuan dari sejumlah pihak untuk bisa membantu anak didiknya sembuh dari penyakit kulit dan tumbuh sehat dan normal.

“Kami mohon dibantu kepada yang berwenang sehingga Jaka kembali sehat dan normal. Walaupun nggak bantu materi, paling tidak membantu kami memberikan informasi penyembuhan. Kami pernah melaporkan kondisi Jaka ke dinas pendidikan untuk dicarrikan solusi dan menceritakan ke Sekda (Sekretaris Daerah) namun hasilnya juga nggak tahu sampai sekarang,” pungkasnya. (ersyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close