Close

Kantor UPTD PAM Lampung Tengah

LAMPUNG TENGAH, JNNews – Sejumlah warga di Kabupaten Lampung Tengah, mulai mendaftar pemasang sambungan baru saluran air bersih dari Perusahaan Air Minum (PAM) milik pemerintah setempat.

Penjelasan Kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) PAM Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), Suharsono, siap melayani keinginan warga yang ingin memiliki sambungan air  bersih.

Ia menjelaskan, walau belum maksimal, tapi masyarakat sudah mulai mendaftar di kantor unit PAM di kecamatan untuk dilayani pemasangan baru sambungan air bersih bahkan ada yang masuk daftar tunggu.

“Warga sudah mulai mendaftar, walau jumlahnya belum banyak, tapi kami siap melayani dengan baik dan ada yang sudah terpasang, seperti di Kecamatan Gaya Baru, 9 sambungan baru sudah terpasang, 8 di Kecamatan Rumbia juga sudah terpasang, di Kecamatan Kalirejo, 17 sambungan baru, yang belum terpasang ada 6 calon pelanggan karena masalah teknis, kalau di Kecamatan Gaya Baru yang masuk daftar tunggu ada 6 calon pelanggan dan segera kami pasangkan,” ungkap Suharsono mendampingi Kepala Dina Perkim, Ir. Suharsono, MM, Selasa (17/09/2019).

Sebelumnya, PAM Lamteng telah membuka pendaftaran pasang baru air bersih, biaya pendaftaran pemasangan baru dalam kisaran sebesar Rp 680 ribu, dan pemerintah daerah setempat telah menetapkan biaya pemasangan baru dengan pertimbangan tidak akan memberatkan masyarakat.

Dan mereka dalam proses pendaftaran dan pemasangan baru sebelumnya akan melakukan survei lokasi calon pelanggan, jarak lokasi calon pelanggan menjadi pertimbangan secara teknis bagi mereka terutama terkait jaringan saluran air.

“Biaya sambungan sekitar Rp 680 ribu, tapi nanti kita survei dulu alamat calon konsumen apakah air kita sampai dengan jaringan yang kita punya, karena kita kansambil memperbaiki jaringan, sehingga jarak lokasi pemasangan menjadi pertimbangan teknis,” jelas Suharsono.

Untuk biaya pemasaran, Kepala UPT mengungkapkan, pihaknya kemungkinan masih memberikan kebijakan pembayaran pelunasan selain tunai juga secara bertahap atau angsur.

“Dalam hal pembinaan itu juga mungkin kita ada kebijakan untuk biaya penyambungan bisa di angsur biar gak terlalu memberatkan masyarakat, karena kita ingin masyarakat dapat menikmati layanan air bersih yang tersediakan oleh pemerintah,” ungkapnya. (jn)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close