Close

Suharsono

LAMPUNG TENGAH, JNNews — Penyediaan air minum merupakan kebutuhan dasar dan hak sosial ekonomi masyarakat yang harus dipenuhi oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah dan menjadi salah satu penentu dalam penigkatan kesehatan, kesejahteraan dan produktifitas masyarakat di bidang ekonomi.

Perusahaan Air Minum (PAM) milik Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) belakangan ini makin kesulitan mengolah air baku yang bersumber dari air sungai Way Seputih menjadi air bersih, karena air sungai Way Seputih saat ini surut dan aliran sungainya hampir terputus.

Kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) PAM, Suharsono, mengakui pihaknya kesulitan menampung untuk dikelola menjadi air bersih yang akan didistribusikan ke rumah-rumah warga karena memasuki musim kemarau.

“Kami saat ini kesulitan air karena sumber air yang selama ini bersumber dari sungai Way Seputih debit airnya surut drastis karena kemarau, disamping itu juga fasilitas jaringan pipa sudah tidak mamadai karena banyak yang rusak dan bocor,” jelas Suharsono mendampingi Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), Ir. Rudiyanto, MM.

Tata kelola sumber daya air yang efektif, menurut Suharsono, memerlukan adanya penataan ruang air dan pemecahan konflik kepentingan antara lain dengan pemanfaatan ruang antara manusia dan air, perlunya keseimbangan dalam hal pembangunan infrastruktur sumber daya air baik dari sisi lokasi maupun alokasi air.

“Tata kelola sumber daya air didasarkan pada wilayah sungai dan penegakkan hukum terkait banyaknya pelanggaran di bidang sumber daya air, tata ruang dan lingkungan hidup serta mempertimbangkan aspek-aspek terkait secara terpadu dengan paradigma sosial. Sehingga kita memerlukan sarana dan prasarana pengelolaan air yang maksimal, jaringan sarana distribusi air dan lokasi penampungan air seperti bak penampungan besar atau bendungan yang nantinya menjadi cadangan air,” ungkapnya. (jn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close