Close

LAMPUNG TENGAH, JNNews — Dalam upaya meningkatkan kehidupan masyarakat untuk dapat memiliki rumah layak huni, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Lampung Tengah (Perkim Lamteng) terus berupaya menambah jumlah penerima bantuan sosial bedah rumah tidak layak huni (RTHL) dari tahun-tahun sebelumnya.

Dijelaskan Kepada Bidang Perkim Hendra Zanjaya, pihaknya mengusulkan 950 RTLH ke Pemerintah Provinsi Lampung melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang dikenal dengan istilah bedah rumah, dan 450 rumah melalui pembiayaan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari Pemerintah Pusat sementara mereka juga tetap mengusulkan dari pembiayaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lampung Tengah dari sebelum 100 rumah untuk lebih namun semua tergantung dari kemampuan ketersediaan anggarannya.

“Kita tetap berupaya mengusulkan penambahan penerima bantuan bedah rumah, namun usulan kita tergantung dari kemampuan dan ketersedian anggaran dan kebijakan masing-masing tingkatkan pemerintahan,” jelas Hendra saat mendampingi Kepala Dinas Perkim Ir. Rudiyanto, Jum’at (30/08/2019).

Usulan penambahan, menurutnya, karena program bedah rumah sangat menyentuh kepada masyarakat dan dapat langsung dinikmati.

“Maksud kegiatan bedah rumah ini kan untuk meningkatkan prakarsa MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) dalam pembangunan/peningkatan kualitas rumah dan tujuan lainnya. terbangunnya rumah yang layak huni sehingga menjadikan perumahan yang sehat, aman, serasi, dan teratur serta berkelanjutan. Program bedah rumah ini, sangat menyentuh dan sangat dibututhkan masyarakat, untuk itu kami akan terus berupaya menambah jumah penerima atau paling tidak angkanya sama seperti tahun ini,” pungkas Hendra.

 

Diketahui pada tahun 2019, Pemkab Lamteng melalui Dinas Perkim telah menyalurkan bantuan bedah rumah melalui APBD sebanyak 100 RTLH dan 550 RTLH melalaui program BPPS. (jn)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close