Close

Lampung Tengah, JNNews — Kepala SMAN 1 Seputih Mataram, Lampung Tengah, Made Tantra, mempersilahkan bila ada wali murid yang berkeinginan mengaudit keuangan sumbangan komite sekolahnya.

Made Tantra.

Hal ini katakannya guna transparansi dan akuntabel didalam pengelolaan keuangan yang bersumber dari sumbangan wali murid bernilai milyaran rupiah.

Mendengar kesiapan pihak sekolah tersebut, sejumlah wali murid justeru menyambut baik dan tak hanya itu, pemilik uang juga meminta alasan penentuan urgensi (keharusan yang mendesak) mata anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS) dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah  (RAPBS) perlu dikaji ulang.

Diketahui, dari sumber yang mengaku bernama Agus, total APBS SMAN I Seputih Mataram Tahun ajaran 2018/2019 sebesar Rp2.412.445.000, dari jumlah tersebut, sebanyak Rp942.200.000 berasal dari pembiayaan dana BOS yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sedangkan dana yang bersumber dari orang tua siswa, jauh lebih besar yang dikucurkan pemerintah pusat yaitu sebesar  Rp1.470.245.000, uang terkumpul wali murid perorangnya, kelas X sebesar Rp2.387.577, kelas XI Rp2.251.727  dan kelas  XII Rp1.897.090.

“Uang milyaran tersebut digunakan pihak sekolah untuk membiayai berbagai kegiatan sekolah, baik berupa fisik maupun non fisik,” ujar Agus.

Teknis pengumpulan, Agus memaparkan, para wali murid X dan XI harus mengangsur empat kali, masing-masing sebesar Rp616.000 dan Rp563.000, khusus kelas XII mengangsur tiga kali sebesar Rp658.000.

“Waktu pembayaran dilakukan pada Juli-September (angsuran 1),  Oktober-Desember 2019 (2), Januari-Maret (3) dan  April-Juni 2020 (4). Realisasi dana yang dipungut untuk tahun ajaran 2018/2019 sebesar Rp1.438.878.000,” paparnya.

Sehingga ia dan orang tua siswa lainnya, menganggap penting untuk dilakukan pemeriksaan keuangan sumbangan Komite.

“Dananya cukup besar, jadi memang layak di audit, kalau perlu di audit investigasi oleh auditor independen dan hasilnya diumumkan kepada para wali murid,” kata Agus, salah satu wali murid SMAN 1 Seputih Mataram.

Ditambahkannya, pada RAPBS 2019/2020, direncanakan anggaran pendapatan SMAN I Seputih Mataram mencapai Rp2.639.969.000. Sebanyak Rp961.800.000 diproyeksikan berasal dari dana BOS, sedangkan dari  wali murid Rp1.678.169.000.

“Setiap wali murid Kelas X  dibebani Rp2.597.166 dengan jumlah per angsuran Rp672.000 (4x angsuran), Kelas XI Rp2.558.643 dengan jumlah per angsuran 640.000 (4x angsuran) dan Kelas XII Rp2.137.291 dengan jumlah per angsuran 749.000 (3x angsuran)
angsuran 1 Juli-Sept, 2 Okt-Des 2019, 3 Jan-Maret, 4 April-Juni 2020,” imbuhnya.

Perlu diketahui, Agus mengungkapkan, jika pada tahun ajaran sebelumnya wali murid kelas X menyumbang dengan besaran tertentu, tahun berikutnya saat siswa naik ke kelas XI juga harus kembali menyumbang dalam jumlah tertentu.

“Sudah waktunya transparansi seperti ini, sebab dunia pendidikan memang harus menjadi salah satu contoh lembaga yang terpercaya, bebas dari penyalahgunaan wewenang, dan upaya memperkaya diri sendiri,” ungkap Agus.

Sebelumnya ramai diberitakan media siber, kepala sekolah meminta pengelolaan keuangan sumbangan Komite untuk di audit, karena menurut Made Tantra, tidak ada rahasia dalam pengelolaan keuangan dan rapat komite berjalan lancar dan tidak ada wali murid yang meminta audit dana komite.

“Silakan saja kalau ada yang meminta audit. Kita siap karena tidak ada rekayasa,” pungkasnya. (ella)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close