Close

BATAM, JNNews — Walikota Batam Kepulauan Riau (Kepri) menyampaikan tentang adanya keluh kesah Walimurid karena anak-anak mereka tidak diterima masuk disekolah disebabkan zona kawasan atau zonasi.

Walikota memberikan kesempatan tanya jawab dan hanya beberapa orang tua siswa  saja guna menyampaikan keluhan (Penerimaan Peserta Didik Baru) PPDB dengan sistem zonasi.

Ada seorang ibu menyampaikan keluhannya karena anaknya tidak keterima di sekolah yang diharapkan sementara anaknya masuk kouta pendaftaran, sebelumnya menurut pengakuannya, ia kerap membantu sejumlah sekolah  melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

Ditambahkan peserta pertemuan lainnya, mereka menyampaikan permohonan agar Kepala Dinas Pendidikan dapat merevisi  terkait domisili karena ada banyak surat domisili beredar diluar zonasi, sementara calon siswa yang dekat dengan sekolah tidak diterima.

“Sementara Informasi domisili tersebut di dapat dari beberapa calo, kami berharap direvisi segera pak,” ucap dari salah seorang walimurid.

Kadisdik memberikan jawaban, pemerintah Kepri meyakinkan akan mengikuti mekanisme tanpa adanya kecurangan dan yang telah melakukan kecurangan itu bisa terjadi dalam proses PPDB Zonasi tapi pihaknya telah melakukan verifikasi sampai dua kali.

“Begitu pun ada sebanyak 2216 calon siswa yang belum mendapatkan tempat, Gubernur dan walikota menjelaskan adanya tujuan penumpukkan sekolah karena tidak dapat dipaksakan,” ujar Kadis.

Kadis mencontohkan, SMA 3 Batam hari ini ada 523 orang calon siswa yang belum dapat tertampung, mau kita paksa tidak bisa karena 523 ada 13 kelas dan sesuai perintah Pak Gubernur, sesuai mekanisme hanya minimal 2 kelas.

“Dengan konsep kami akan disesuaikan situasi, dimana nantinya akan ada SMA 23 Batu Aji dengan konsep ada gedung yang akan ditumpangi nantinya dan warga menjamin bersama 5 kelas kepala  sekolah,” ungkapnya.

Terkait hal hal yang dipaparkan, pihaknya akan  bebas zonasi dalam arti di buat semula 8 akan menjadi 4 dan bila padat bergeser ke zonasi.

Sebelumnya, ribuan walimurid hadiri undangan Gubernur Kepri dan Walikota Batam terkait nasib anak didik di Kota Batam yang belum dapat tertampung disekolah tingkat SLTP dan SMU untuk melanjutkan jenjang pendidikan.

Ribuan walimurid datang sebelum acara dimulai pukul 07.00 Wib, Senin (08/07) dan acara sempat molor dikarenakan menunggu kedatangan Gubernur, Nurdin Basirun dan sempat membuat walimurid berteriak kecewa.

Namun, sekira pukul 7.35 WIB terlihat Gubernur tiba di lokasi didampingi Kadisdik Kepri, Walikota Batam, Wakil walikota Batam, Sekda dan pejabat teras lainnya dan pihak pengamanan jajaran kepolisian.

Para walimurid meminta kepada gubernur dan walikota agar dapat memastikan agar anak-anak mereka yang tidak diterima melalaui PPDB 2019 dapat diterima karena anak-anak mereka masuk zonasi diwilayah sekolah SLTP/SLTA tersebut.

“Kami minta kepastian pak gubernur dan walikota sepulang dari sini, anak kami dapat diterima dan dapat melanjutkan sekolah, hanya itu keinginan kami,” ujar salah seorang walimurid di Dataran Engku Putri.

Selain itu, para orang tua murid meminta Kadisdik Provinsi dan Kota Batam agar segera menindak oknum-oknum RT dan RE yang mengeluarkan izin domisili agar dapat diterima disekolah tersebut, padahal mereka tidak tinggal di zona itu

“Tindak oknum-oknum nakal yang mengeluarkan izin domisili , padahal mereka bukan warga disana,” ujar Agung merupakan walimurid yang anaknya belum dapat diterima disalah satu sekolah di Bengkong.

Menanggapi keluhan, Walikota Batam Rudi, dalam sambutanya mengatakan, penerimaan PPDB tahun 2019 mereka mengikuti kebijakan Kementrian walaupun kebijakan ini berpotensi merugikan masyarakat, namun kebijakan ini sebetulnya sempurna kalau pemerintah daerah punya uang yang cukup membangun sekolah.

“Namun pemerintah daerah tidak mampu atau tidak berduit yang cukup karena masih banyak sektor lain yang juga membutuhkan untuk meningkatkan perekonomian Batam dan kedepannya kita mencari lahan dan membangun sekolah agar dapat menampung anak-anak kita,” pungkas Rudi. (hany)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close